Kepuasan kerja merupakan masalah cukup menarik perhatian, terbukti
besar manfaatnya bagi kepentingan individu dinyatakan bahwa kepuasan kerja
memungkinkan timbulnya usaha peningkatan kebahagiaan dalam kehidupan. Bagi
manajemen dinyatakan bahwa kepuasan kerja sebagai pendorong peningkatan
produksi dan ke depan sebagai tolok ukur untuk kesejahteraan.
Usaha menemukan faktor yang menjadi sumber kepuasan kerja antara lain
dari kondisi tenaga kerja yang produktif disertai kemampuan kerja optimal,
mengurangi absentisme, menekan angka kecelakaan.
Dengan pembaharuan sumber produksi berteknologi, peran tenaga kerja
tetap memegang peranan penting, betapapun sempurnanya perencanaan struktur
organisasi bila mereka tidak menjalankan tugas dengan minat dan gembira maka
perusahaan kurang produksi optimal.
Memberikan motivasi agar tercapai kepuasan kerja merupakan kewajiban
setiap manajemen.
Menciptakan kondisi refleksi job attitude yang positif terus menerus
dilakukan, seberapa jauh pekerjaannya secara keseluruhan memuaskan
kebutuhannya. Ini berarti kepuasan kerja sebagai hasil interaksi manusia dengan
lingkungan kerja terjadi saling menguntungkan.
