Rabu, 03 September 2014

Psiko Analisis dan Pembinaan Sumber Daya Manusia



Untuk pekerjaan diperlukan tenaga kerja yang sesuai dan profesional di bidangnya, mampu memadai setiap masalah dan berakhir dengan kepuasan dalam tugasnya.

Secara psikologis seseorang berusaha mengejar kebutuhan memuaskan diri dalam bekerja, berawal dari kepuasan kerja adalah target tertentu, dengan demikian seseorang berusaha menciptakan kondisi agar bekerja lebih bersemangat.

Psiko analisis adalah salah satu proses untuk mendapatkan keterangan dan kejelasan dari seorang tentang kepribadiannya, berdasarkan hasil psiko analisis dapat menentukan karakteristik yang harus dimiliki seseorang dalam jabatan tertentu. Psiko analisis dapat merangkum proses rekruitmen dan kelak penempatan seseorang sesuai daya keahlian, minat dan kemampuan sesuai dengan martabat, hak asasi perlindungan hukum.

Psiko analisis bisa sebagai alat bantu dalam menelaah struktur organisasi perusahaan, dalam manajemen psiko analisis sangat diperlukan.


Psiko analisis mencakup beberapa hal antara lain : Pertama, faktor fisik meliputi kesehatan, postur tubuh dan kemampuan, panca indera. Kesehatan diutamakan mengingat terkait produktivitas kerja, oleh karena dalam kerja terdapat aktivitas fisik yang diandalkan.

Postur tubuh dipertimbangkan untuk pekerjaan tertentu yaitu kesesuaian postur, dan kepribadian yang menarik, sedang peran kemampuan panca indera disesuaikan dengan aneka ragam pekerjaan misalnya bagian penelitian tidak memiliki rabun penglihatan, di samping pengaruh gangguan sensoris terhadap kualitas pekerjaan. Kedua, faktor psikis meliputi intelegensi, bakat dan minat, kepribadian, motivasi. Keempat faktor psikis tersebut dalam industri skala menengah ke atas dipertimbangkan secara bersungguh-sungguh.

Psiko analisis ke depan berperan khususnya untuk persyaratan pengisian jabatan, menetapkan standar untuk pola karier, evaluasi jabatan.

Pembinaan sumber daya manusia adalah upaya manajemen dalam rangka meningkatkan prestasi kerja, dengan mengembangkan kecakapan adalah untuk menambah keahlian kerja sehingga di dalam melaksanakan tugasnya lebih efisien dan efektif.

Pengembangan kecakapan kerja dilaksanakan dengan berbagai cara diantaranya melalui program training, dengan training dimaksudkan untuk mempertinggi daya kerja, mengembangkan cara berfikir kreatif dan bertindak tepat dalam mengelola pekerjaan.

Sasaran tujuan training adalah Pertama, meningkatkan produktivitas kerja, bila performance ini meningkat maka berakibat peningkatan pada produktivitas perusahaan. Kedua, akan meningkatkan mutu kerja dalam pengembangan nilai profesionalisme. Ketiga, upaya meningkatkan moral kerja, dan upaya ini mendorong iklim dan suasana kerja lebih sehat dan harmonis, lebih dari itu dengan training ditingkatkan pemahaman pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungannya. Keempat, program training menunjang pertumbuhan pribadi (Personal growth) yang sangat penting dalam ketenangan pribadi.

Kebutuhan berprestasi ditingkatkan melalui achievement motivasi training, pembentukan motivasi ini dalam rangka menaruh kepercayaan terhadap kemampuan diri untuk mandiri, kreatif dan cakap serta adatif terhadap masalah baru. Achievement motivasi training lebih mengarah pada task oriented yaitu gambaran tingkah laku pada kemampuan menyelesaikan tugas dengan berbagai macam resiko dan menerima segala konsekuensinya baik masa sekarang maupun masa yang akan datang (future oriented).

Achievement motivasi training berorientasi pada people oriented, suatu sikap yang memperhatikan umpan balik dari pernyataan orang lain atau sejawat untuk kesempurnaan tugas.

Program pembinaan sumber daya manusia di industri lebih tertumpu pada fungsional dan bukan pada intelektual, intelektual adalah produk pendidikan formal, tetapi pembinaan menitik beratkan pada sikap dan kemampuan fungsional sehingga situasi pembinaan terpenuhi dalam suasana dan iklim spiritual kerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar