Minggu, 14 April 2013

Pencegahan Gangguan K3 dari Bahan-Bahan Eksplosif

oleh: Khamidah

Ada beberapa hal yang  harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya gangguan terhadap K3 pada perusahaan yang menggunakan beberapa bahan yang mempunyai potensi terjadi ledakan, yaitu antara lain sebagai berikut:
Pencegahan Kecelakaan di dalam Lift

     - Pasang rambu-rambu dan petunjuk yang mudah dibaca oleh pengguna jika terjadi keadaan darurat.
     - Jangan memberi muatan lift melebihi kepasitasnya.


     - Jangan membawa sumber api terbuka di dalam lift.
     -  Jangan merokok dan membuang puntung rokok di dalam lift.
     -  Jika terjadi pemutusan aliran listrik, maka lift akan berhenti di lantai terdekat dan pintu lift segera
         terbuka sesaat setelah berhenti. Segera keluar dari lift dengan hati-hati.

Penanggulangan kecelakaan terhadap zat berbahaya

Zat berbahaya adalah bahan-bahan yang selama pembuatannya, pengolahannya, pengangkutannya,
penyimpanannya dan penggunaannya menimbulkan iritasi, kebakaran, ledakan, korosi, matilemas,
 keracunan dan bahaya-bahaya lainnya terhadap gangguan kesehatan orang yang bersangkutan
dengannya atau menyebabkan kerusakan benda atau harta kekayaan


Bahan- bahan Eksplosif adalah bahan yang mudah meledak. Ini merupakan bahan yang paling berbahaya. Bahan ini bukan hanya bahan peledak, tetapi juga semua bahan yang secara sendiri atau dalam campuran
tertentu jika mengalami pemanasan, kekerasan atau gesekan akan mengakbatkan ledakan yang biasanya
diikuti dengan kebakaran. Contoh: garam logam yang dapat meledak karena oksidasi diri, tanpa  pengaruh tertentu dari luar. Bahan-bahan eksplosif tersebut adalah sebagai berikut:

  • Bahan-bahan yang Mengoksidas. Bahan ini kaya oksigen, sehingga resiko kebakaran sangat tinggi.
  • Bahan-bahan yang Mudah Terbakar. Tingkat bahaya bahan-bahan ini ditentukan oleh titik bakarnya. Makin rendah titik bakarnya makin berbahaya
  • Bahan-bahan Beracun. Bahan ini bisa berupa cair, bubuk, gas, uap, awan, bisa berbau dan tidak berbau. Proses Keracunan. Proses  ini bisa terjadi karena tertelan, terhirup, kontak dengan kulit, mata dan sebagainya. Contoh: NaCl bahan yang digunakan dalam proses pembuatan PCB. Bahan ini seringkali akan menimbulkan gatal-gatal bahkan iritasi jika tersentuh kulit
  • Bahan Korosif. Bahan ini meliputi asam-asam, alkali-alkali, atau bahan-bahan kuat lainnya yang dapat   menyebabkan kebakaran pada kulit yang tersentuh
  • Bahan-bahan Radioaktif. Bahan ini meliputi isotop-isotop radioaktif dan semua persenyawaan yang mengandung bahan radioaktif. Contoh: cat bersinar


Tindakan Pencegahan
  • Pemasangan label dan tanda peringatan.
  • Pengolahan, pengangkutan dan penyimpanan harus sesuai dengan ketentuan dan aturan yang ada
  • Simpanlah bahan-bahan berbahaya di tempat yang memenuhi syarat keamanan bagi penyimpanan bahan tersebut
  • Pasang simbol-simbol Tanda Bahaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar